Blog Tentang Pengetahuan dan Dunia Pendidikan

Thursday, February 12, 2015

Aturan Menentukan Bilangan Oksidasi

Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi - Pada kesempatan kali ini, admin ingin membagikan tentang materi dari pelajaran kimia, yaitu tentang aturan menentukan bilangan oksidasi. Materi ini admin peroleh dari guru kimia admin yang mengajarkannya di kelas admin sekitar seminggu yang lalu. Berikut adalah rangkumannya.
oksidasi reduksi berdasarkan perpindahan elektron

Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang menunjukkan ukuran kemampuan suatu atom untuk melepas dan menangkap elektron dalam pembentukkan suatu senyawa. Definisi lain bilangan oksidasi adalah jumlah muatan yang dimiliki atom suatu unsur jika bergabung dengan atom lain. (BACA JUGA TEORI PERKEMBANGAN ATOM)

Berikut ini adalah beberapa aturan tentang bilangan oksidasi suatu atom dalam suatu senyawa.
  • Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas sama dengan nol (= 0)
Contoh : 
H2, O2, N2, Mg, dan Na setiap atom tersebut mempunyai bilangan oksidasi nol. Unsur bebas disini maksudnya tidak berikatan dengan atom lain.
  • Bilangan oksidasi monoatom sama dengan muatan ionnya.
Contoh :
Bilangan oksidasi ion K+ = +1
Bilangan oksidasi ion Be2+ = +2
Bilangan oksidasi ion F- = -1
Bilangan oksidasi ion S2- = -2
  • Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam senyawa netral sama dengan nol (=0)
Contoh :
 H2CO3 = 0 2 biloks H + biloks C + 3 biloks O = 0 (angka 2 yang berada dibelakang H dikalikan dengan bilangan oksidasi atom H, hal ini beraku juga dengan atom O)
  • Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam ion poliatomik sama dengan muatan ionnya. 
Contoh :
Dalam ion NH4+ berlaku biloks N + 4 biloks H = +1
  • Unsur nonlogam umumnya mempunyai bilangan oksidasi negatif.
  1. Golongan VIIA (F, Cl, Br, I) mempunyai bilangan oksidasi (-1)
  2. Golongan VIA (O, S, Se, Te) mempunyai bilangan oksidasi (-2)
Contoh :
Bilangan oksidasi dalam NaF dan CIF3 adalah -1
  • Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawanya adalah -2, kecuali dalam senyawa biner flourida, peroksida, dan superoksida. 
Contoh :
Bilangan oksidasi O dalam H2O, CaO, dan Na2O adalah -2
Bilangan oksidasi O dalam H2O2, Na2O2 adalah -1
  • Bilangan oksidasi hidrogen (H) jika berikatan dengan nonlogam sama dengan +1. 
Contoh :
Bilangan oksidasi H dalam HF dan H2O adalah +1 (F dan O merupakan unsur nonlogam)
Bilangan oksidasi H dalam NaH dan CaH2 adalah -1 (Cad an Na merupakan unsur logam)

Itulah beberapa aturan bilangan oksidasi. Semoga materi diatas dapat membantu pelajaran kimia anda. Sekian dan terima kasih.

10 komentar

Biloks:bilangan oksidasi/tingkat oksidasi suatu unsur

Biloks:bilangan oksidasi/tingkat oksidasi suatu unsur

tanya dong, kenapa di tabel periodik tdk ada unsur dg lambang A?? why...??

Emang enggak ada kalo mau bikin unsur baru aja

Kalo golongan III dan V termasuk aturan biloks gak?

Kalo golongan III dan V termasuk aturan biloks gak?

This comment has been removed by the author.

Emang semua huruf yang lain ada masing² lambangnya? Pertanyaan aneh -,-

Thankss gan. Sangat membantu untuk tugas sekolah.

Silahkan berkomentar dengan bahasa yang sopan dan tidak keluar dari topik artikel diatas. Terima kasih atas komentarnya